Takalar, Nusantarapress.com– Bupati Takalar H. Firdaus Daeng Manye menerima langsung perwakilan masyarakat Desa Punaga, Kecamatan Laikang, di ruang rapat rumah jabatan (Rujab) Bupati Takalar pada Jumat (13/9/2025) usai salat Jumat.
Pertemuan ini menjadi wadah penyampaian aspirasi terkait kondisi jalan di Desa Punaga yang sudah lama mengalami kerusakan parah.
Dalam audiensi tersebut, Bupati didampingi oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Takalar, Budi Rosal, Kabid Bina Marga Wahyudi ST, serta Kabid Tata Ruang Fadli SST. Sementara dari pihak masyarakat hadir Camat Mangarabombang, Kepala Desa Punaga, Ketua BPD, Bhabinkamtibmas, kepala dusun koyokang, dan tokoh masyarakat.
Perwakilan masyarakat menyampaikan keresahan mereka atas jalan Desa Punaga yang sudah rusak bertahun-tahun dan sering menjadi kubangan air ketika hujan. Kondisi tersebut dinilai menghambat aktivitas warga sehari-hari, termasuk distribusi hasil pertanian dan akses pendidikan. Mereka berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah nyata untuk perbaikan.
Menanggapi hal itu, Bupati Firdaus Daeng Manye menegaskan bahwa kepentingan masyarakat Takalar menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Ia menjelaskan bahwa perbaikan jalan Desa Punaga sudah masuk dalam proposal yang diajukan ke pemerintah pusat. Sambil menunggu turunnya anggaran, Pemkab Takalar akan melakukan pembenahan sementara dengan menimbun sirtu pada jalan berlubang agar bisa dilalui dengan lebih aman.
“Kami akan segera membenahi jalan tersebut. Minimal gundukan diratakan dan kubangan air bisa ditutup dengan sirtu, agar masyarakat bisa melintas lebih baik,” ujar Bupati di hadapan perwakilan masyarakat, sembari memperlihatkan proposal resmi yang telah diajukan ke pusat.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga langsung memanggil Kadis PU ke Rujab untuk menyiapkan peralatan yang dibutuhkan dalam perbaikan darurat akses jalan Punaga. Kadis PU Budi Rosal menambahkan bahwa jalur yang diusulkan dalam perbaikan tersebut adalah akses Tamalabba–Laikang, yang merupakan jalur vital bagi masyarakat sekitar.
Sementara itu, menanggapi pertanyaan tokoh masyarakat Punaga, Haji Noto, terkait isu anggaran Rp16 miliar, Bupati menjelaskan bahwa dana tersebut merupakan bagian dari varsal 3 yang akan digunakan untuk membayar BPJS, melunasi utang pemda kepada rekanan proyek tahun lalu, serta sisanya jika memungkinkan akan dialokasikan untuk perbaikan jalan dan jembatan,
“InsyaAllah, semua akan kita benahi secara bertahap sesuai kemampuan anggaran,”Dan Masyarakat perlu mengetahui bahwa masih ada utang Dana PEN sebanyak 53 Milyar yang akan dibayar oleh Pemda Takalar . tutup Bupati

Leave a Reply