MAKASSAR | NUSANTARA PRESS.COM – Suasana yang awalnya berjalan kondusif dalam aksi damai yang digelar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Makassar tiba-tiba berubah tegang pada Jumat malam, (02/05/2025).
Sebelumnya, HMI Cabang Makassar menggelar rangkaian kegiatan untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional dan Hari Buruh Internasional, termasuk lapak baca serta aksi damai di depan Wisma HMI Cabang Makassar.
Aksi ini bertujuan menyuarakan keprihatinan terhadap kondisi pendidikan di Kota Makassar, yang sejak sore berlangsung tertib sambil membagikan bahan bacaan gratis bagi masyarakat yang kurang mampu mengakses pendidikan formal.
Namun situasi mulai memanas sekitar pukul 20.00 WITA, ketika kendaraan dinas yang ditumpangi Kapolrestabes Makassar tiba di lokasi dan aparat meminta kader HMI membubarkan diri.
“Padahal aksi kami dilaksanakan secara damai, tertib, dan teratur, bahkan menyediakan lapak baca untuk masyarakat,” jelas Alwi Agus, Kabid PTKP HMI Cabang Makassar.
Alwi menambahkan bahwa pihaknya tidak memahami dasar permintaan pembubaran tersebut, apalagi setelah muncul tindakan intimidasi verbal yang dirasakan langsung oleh kader HMI.
Menurut Alwi, Kapolrestabes Makassar bahkan sempat melontarkan pertanyaan bernada intimidatif kepada beberapa kader, “Kamu HMI atau Anarko? Kalau HMI itu nurut sama saya,” ucapnya.
Pernyataan tersebut langsung memicu kemarahan kader HMI, terlebih setelah tiga kendaraan personel Jatanras tiba dan diduga merampas telepon genggam kader yang merekam kejadian.
Sebagai bentuk protes, ratusan kader HMI Cabang Makassar mendatangi Mapolrestabes tepat pukul 00.00 WITA untuk mengecam tindakan intimidasi yang terjadi di depan Wisma HMI — simbol perjuangan mahasiswa Islam di Makassar.
“Kami mengecam keras pernyataan Kapolrestabes dan segala bentuk intimidasi terhadap kader HMI. Ini bukan hanya mencederai marwah organisasi, tetapi juga melukai nilai independensi yang dijunjung dalam AD/ART HMI,” tegas Alwi Agus.
Ia menegaskan, HMI Cabang Makassar menuntut Kapolrestabes Makassar segera menyampaikan permintaan maaf secara terbuka dan dicopot dari jabatannya demi menjaga kehormatan dan integritas organisasi.
Sampai berita ini diturunkan, pihak redaksi masih terus membuka ruang konfirmasi dan klarifikasi kepada Polrestabes Makassar guna mendapatkan keterangan resmi atas insiden tersebut.(*/RED)

Leave a Reply